settia
Images

Keputihan “Abnormal”

Yang Harus Wanita Ketahui

Cairan putih yang keluar dari vagina pada dasarnya memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan sistem reproduksi wanita. Cairan ini dibuat oleh kelenjar di dalam vagina dan serviks yang membawa sel-sel dan bakteri mati. Hal ini membuat vagina tetap bersih dan membantu mencegah infeksi.

Sebagian besar kasus keputihan pada wanita adalah normal. Jumlahnya bisa bervariasi, bau dan warna, juga berbeda-beda, tergantung dari siklus haid (warnanya bisa berkisar dari yang jernih sampai putih susu)

Jumlah cairan keputihan akan lebih banyak jika sedang dalam masa ovulasi, menyusui, atau sedang terangsang secara seksual. Bau mungkin juga berbeda jika saat hamil atau karena faktor lainnya seperti masalah kebersihan.

Macam-macam Keputihan


Apa itu keputihan?

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi miss v dari iritasi dan infeksi. Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari miss v. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam miss v dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga miss v tetap bersih. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam miss v dan disekitar bibir miss v bagian luar. 

Jenis-jenis keputihan yang tidak normal
Keputihan yang tidak normal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis keputihan yang tidak normal :
1.Keputihan dengan lendir berwarna coklat atau mengandung darah

Keputihan ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari kanker serviks atau rahim.
2.Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan
Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta munculnya pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan gonore atau klamidia. Jika dibiarkan dapat memicu infeksi seris pada organ reproduksi wanita.
3.Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih
Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menularkan seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Lendir akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil. Pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar miss v serta nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim juga akan dialami oleh penderita trikomoniasis.
4.Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital
Penyebab jenis keputihan tidak normal ini biasanya adalah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim.
5.Keputihan dengan lendir kental, berwarna putih, dan disertai rasa gatal
Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur pada vagina. Indikasinya berupa lendir yang kental, tanpa bau, dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala-gejala lain yang menyertainya dapat berupa rasa gatal dan perih di sekitar miss v. Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan dialami oleh sebagian besar wanita. Pengobatannay dapat dilakukan dengan obat antijamur.
6.Keputihan dengan lendir encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis
Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di miss v dapat menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis, encer, dan berwwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks.
Cara mencegah keputihan abnormal
Wanita harus cermat dan teliti dalam menjaga kesehatan organ reproduksi. Untuk mencegah infeksi pada miss v beberapa cara ini dapat dilakukan :

1.Gunakan celana dalam yang berbahan katun karena dapat menyerap keringat dan tidak membuat area kewanitaan menjadi lembab.

2.Jangan menggunakan produk pembersih miss v yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri miss v dan membuang bakteri baik yang seharusnya ada di dalam miss v untuk melawan infeksi.

3.Perhatikan pakaian Anda, hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat, seperti celana jeans, celana ketat, dan lainnya.

4.Jangan gunakan produk untuk area kewanitaan terutama yang beraroma atau mengandung pewangi.

5.Hindari berendam di bak air panas atau sangat panas.

6.Segera ganti pakaian yang basah. Hindari duduk dengan menggunakan pakaian yang basah, misalnya setelah berenang atau berolahraga.

7.Saat menstruasi atau haid, gantilah pembalut sesering mungkin

8.Konsumsi Rose V yang terbuat dari bahan herbal alami. Kandungan manjakani dan daun sirih di dalamnya mengatasi permasalahan keputihan. Konsumsi 2 kali sehari setelah makan.


Kunjungi Situs Website Kami :



HUBUNGI KAMI

DAPATKAN ROSE V ASLI HANYA DI DISTRIBUTOR RESMI PT. NATURAL NUSANTARA INDONESIA