settia
Images

Keputihan “Abnormal”

Yang Harus Wanita Ketahui

Cairan putih yang keluar dari vagina pada dasarnya memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan sistem reproduksi wanita. Cairan ini dibuat oleh kelenjar di dalam vagina dan serviks yang membawa sel-sel dan bakteri mati. Hal ini membuat vagina tetap bersih dan membantu mencegah infeksi.

Sebagian besar kasus keputihan pada wanita adalah normal. Jumlahnya bisa bervariasi, bau dan warna, juga berbeda-beda, tergantung dari siklus haid (warnanya bisa berkisar dari yang jernih sampai putih susu)

Jumlah cairan keputihan akan lebih banyak jika sedang dalam masa ovulasi, menyusui, atau sedang terangsang secara seksual. Bau mungkin juga berbeda jika saat hamil atau karena faktor lainnya seperti masalah kebersihan.

Apa itu Hipogonadisme ?




Hipogonadisme merupakan kondisi disaat hormon seksual yang dihasilkan oleh organ reproduksi pada pria (testis) dan wanita (ovarium) berada dibawah jumlah yang seharusnya (kadar normal). Hormon seksual memiliki fungsi untuk mengatur karakteristik seksual sekunder, seperti memicu produksi sperma dan perkembangan organ reproduksi pria, sedangkan pada wanita berfungsi untuk memicu pertumbuhan payudara dan siklus menstruasi. 

Berdasarkan penyebabnya, hipogonadisme dibagi menjadi 2 yaitu hipogonadisme primer dan hipogonadisme sekunder. Hipogonadisme primer adalah kondisi pada kelenjar gonad mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi hormon seksual dalam jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipogonadisme primer disebabkan oleh:

•Penyakit autoimun seperti hipoparatiroidisme dan penyakit addison
•Gangguan ginjal
•Gangguan hati
•Infeksi berat
•Cidera pada testis
•Penyakit genetik seperti sindrom turner
•Efek samping radioterapi atau kemoterapi pada pengobatan kanker


Sedangkan hipogonadisme sekunder terjadi akobat adanya kerusakan pada kelenjar disekitar otak kita yaitu hipofisis atau hipotalamus. Kelenjar tersebut berperan untuk mengiriim sinyal pada kelenjar seksual untuk menghasilkan hormon seksual. Berikut penyebab hipogonadisme sekunder:

•Cidera atau tumor pada hipofisis atau hipotalamus
•Kelainan genetik seperti sindrom kallmann
•Infeksi HIV/AIDS
•Pertambahan usia
•Paparan radiasi
•Obesitas 
•Operasi otak
•Kekurangan nutrisi dan pengurangan berat badan secara drastis
•Penggunaan kortikosteroid atau obat nyeri dalam jangka panjang
•Penyakit radang seperti TBC, sarkoidosis, dan histiositosis

Konsultasi dan Order  : https://kontakk.com/@kesehatanwanitarosev

Kunjungi media sosial kami :

ig @nasa_rosevofficial : https://bit.ly/2LkwLEx
forum diskusi sahabat rosev : https://bit.ly/2yMpuvB
fanpage Rosev.Official : https://bit.ly/2wshrj9
youtube rose v official : https://bit.ly/2Jruy8Z


#agarcepathaid
#hipogonadisme



HUBUNGI KAMI

DAPATKAN ROSE V ASLI HANYA DI DISTRIBUTOR RESMI PT. NATURAL NUSANTARA INDONESIA